Apa dan bagaimanakah pengaruh media massa cetak/elektronik terhadap Identitas Nasional suatu bangsa serta upaya suatu bangsa/negara untuk  mempertahankan Identitas Nasionalnya dalam menghadapi pengaruh negatif dari beragam media massa itu

Di era globalisasi dan jaringan informasi yang dapat di akses oleh siapapun dan kapanpun mengakibatkan terjadinya perkembangan di segala sektor dan pemahaman baru tentang budaya serta penerapan-penerapan akan pola yang diterapkan oleh Negara lain.

Salah satu Negara yang menjadi tujuan dan penyebaran jaringan informasi dan budaya global adalah Indonesia, karena Indonesia adalah Negara berkembang dengan tingkat populasi yang selalu meningkat dan ditunjang dengan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan untuk mengakses informasi baik itu dalam bentuk informasi data maupun informasi global yang termasuk di dalamnya unsur-unsur budaya asing yang notabene tidaklah sesuai dengan budaya Timur yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia.

Media, terutama TV, mempunyai peran sangat besar untuk mengkonstruksi budaya masyarakat manusia. Apa yang kita anggap sebagai realitas, seringkali adalah produk dari pandangan media terhadap isu tersebut. Realitas terwujud dalam berbagai bentuk sesuai dengan banyaknya media dan gambar. Dengan kata lain, simbol realitas telah menggantikan realitas itu sendiri. Media massa bisa mempengaruhi bangunan budaya masyarakat. Aspek kognitif, afektif (perasaan) dan konatif (perilaku) penonton, dapat dipengaruhi oleh tayangan-tayangan televisi. Mengapa? Karena implikasi dari frekuensi penyampaian yang intensif, yakni dalam rentang waktu harian atau mingguan atau bulanan secara repetitif, dalam bentuk penyampaian yang konstan melalui wahana cetak, suara dan gambar (audio visual). Pada kasus media audio visual dari televisi misalnya, secara menyeluruh mampu menstimulasi segenap panca indera penonton secara emosional hingga mampu mempengaruhi sikap, pandangan, persepsi, dan perasaan penontonnya. Di balik itu, menguatnya pengaruh media terhadap masyarakat adalah karena masyarakat itu sendiri berkepentingan untuk mereproduksi informasi yang dirujuk dari media. Masyarakat atau khalayak mengalami ketergantungan terhadap media karena hendak memenuhi kebutuhan akan informasi serta mencapai tujuan tertentu dari proses mengkonsumsi media. Meskipun demikian, ketergantungan bukan berarti memiliki kesamaan dalam mengakses semua media. Sumber ketergantungan itu terutama dipicu oleh aspek kelengkapan atau akurasi dan komprehensivitas anasir informasi yang disajikan, di samping oleh kebiasaan yang diciptakan situasi sosial atau lingkungan khalayak.

Indonesia dan masyarakat dunia memiliki visi yang sama akan kemajuan dan peningkatan taraf hidup serta kemajuan dalam system pemerintahan, tetapi apakah kemajuan dan peningkatan taraf hidup tersebut harus mengorbankan nilai-nilai budaya yang begitu berharga. Dan sudah semestinya sebagai generasi penerus, kita harus melestarikan budaya-budaya Indonesia yang mulai terkontaminasi oleh budaya-budaya asing yang negatif dan tidak membangun karateristik masyarakat Indonesia.

Secara harfiah identitas adalah ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada sesuatu atau seseorang yang membedakannya dengan yang lain. Pengertian Identitas pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tersebut maka suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.

Dengan demikian identitas nasional suatu bangsa adalah ciri khas yang dimiliki suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lainnya. Namun demikian proses pembetukan Identitas nasional bukan merupakan sesuatu yang sudah selesai, tetapi sesuatu yang terbuka dan terus berkembang mengikuti perkembangan jaman. Akan terjadi pergeseran nilai dari identitas itu sendiri apabila identitas itu tidak dapat dijaga dan dilestarikan, sehingga mengakibatkan identitas global akan mempengaruhi nilai identitas nasional itu sendiri.

Secara umum terdapat beberapa dimensi yang menjelaskan kekhasan suatu bangsa. Unsur-unsur identitas itu secara normatif, berbentuk sebagai nilai, bahasa, adat istiadat, dan letak geografis.

Beberapa dimensi dalam identitas nasional antara lain:

1. Pola Perilaku

Adalah gambaran pola perilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari, Misalnya : adat istiadat, budaya, dan kebiasaan, ramah tamah, hormat kepada orang tua, dan gotong royong merupakan salah satu identitas nasional yang bersumber dari adat istiadat dan budaya. Semangat masyarakat tentang pola perilaku ini sudah mulai memudar, seiring dengan waktu budaya ramah tamah khas Indonesia serta semangat gotong royong sudah beralih wajah menjadi acuh tak acuh dan individualistis dan materialistis.

2. Lambang-Lambang

Adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi Negara. lambang-lambang ini biasanya dinyatakan dalam undang-undang, Misalnya : Bendera, Bahasa, dan lagu Kebangsaan.

3. Alat-alat perlengkapan

Adalah Sejumlah perangkat atau alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang berupa bangunan, peralatan dan tekhnologi, misalnya : bangunan candi, Masjid, Gereja, Peralatan manusia seperti pakaian Adat, dan teknologi Bercocok tanam : dan teknologi seperti kapal laut, Pesawat terbang, dan lainnya

4. Tujuan yang Ingin dicapai

Identitas yang bersumber dari tujuan ini bersifat dinamis dan tidak tetap seperti : Budaya Unggul, presentasi dalam bidang tertentu. Sebagai sebuah bangsa yang mendiami sebuah Negara, tujuan bersama bangsa Indonesia telah tertuang dalam pembukaan UUD 45, Yakni kecerdasan dan kesejahteraan bersama bangsa Indonesia. Dan dalam usaha tersebut pemerintah seharusnya lebih memperhatikan dunia pendidikan, peningkatan pendidikan akan mempengaruhi kesejahteraan rakyat Indonesia secara tidak langsung.

Tantangan Masa Depan Dalam Gelombang Globalisasi

Beberapa yang menjadi tantangan besar dan bersama, mengutip pendapat Tilaar, yang diakibatkan gelombang globalisasi adalah sebagai berikut:

1. Program melawan kemiskinan. Globalisasi bukan hanya memberikan banyak nilai positf tetapi juga dapat mengakibatkan semakin miskinnya negara-negara yang sumber daya manusianya rendah, serta kurangnya sumber daya alam. Masalah kemiskinan bukan hanya milik suatu masyarakat tetapi merupakan tanggung jawab intenasional. Kesenjangan antara Negara kaya dan Negara miskin semakin melebar di dalam era globalisasi apabila tidak diambil langkah untuk membantu yang lemah.

2. Memperjuangkan dan melaksanakan Hak Asasi Manusia. Gelombang globalisasi dapat saja mengijak-injak hak asasi manusia apabila motif yang mendasari perubahan sosial dan ekonomi semata-mata berdasarkan frofit. Hak Asasi Manusia perlu dijaga dan dikembangkan oleh karena itu dengan menghormati Hak Asasi Manusia maka demokrasi akan semakin berkembang. Oleh sebab itu, hak asasi manusia harus menjadi agenda internasional untuk menjadi bentang dari arus globalisasi yang dapat bersifat dehomanisasi.

3. Menciptakan dan memelihara tatanan dunia yang aman. Perdangangan bebas, hak asasi tidak dapat dilakukan di dalam negara yang kacau. Kini manusia berlomba-lomba untuk menciptakan dunia yang lebih makmur dan kemakmuran itu hanya dapat diwujudkan di dalam kerja sama internasional yang aman. Oleh sebab itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kerjasama multilateral haruslah dipacu.

4. Perlu diwujudkan tatanan ekonomi dankeuangan yang baru. Lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan lama yang dilahirkan pada masa perang dingin seta tatanan dunia yang lama, seperti badan-badan IMF, World bank, WTO, perlu ditata kembali supaya lebih sesuai dengan tuntutan hidup internasional yang baru.

5. Melindungi dan memelihara planet bumi sebagai satu-satunya tempat kehidupan bersama manusia. Oleh kerena itu tanggung jawab ekosistem merupakan tanggung jawab bersama masyarakat dunia.

6. Kerja sama regional perlu di kembangkan di dalam rangka kerja sama internasional. Bahkan Alan Rugman di dalam bukunya The end of Globalization menyatakan bahwa sebenarnya kerja sama internasional tertumpu pada kerja sama regional, bahkan kerja sama bilateral atau kerja sama nasional dalam rangka kerja sama regional tersebut.

Antara Nasionalisme dan Globalisasi

Salah satu isu penting yang mengiringi gelombang demokrasi adalah munculnya wacana multikulturisme. Multikulturisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpa memedulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa maupun agama. Gerakan multicultural muncul pertama kali di Kanada dan Australia sekitar 1950-an.

Multikultural menjadi semacam respon kebijakan baru dalam keragaman.dengan kata lain, adanya komunitas yang berbeda saja tidak cukup, karena yang terpenting adalah komunitas tersebut diperlukan sama oleh warga Negara maupan Negara.

Menurut Achmad Fedyani Safiudin menyatakan ada tiga cara pandang atau pemahaman orang tentang multikulturisme, yaitu; 1. Popular; 2. Akademik; 3. Politis.

Karakter masyarakat multikultur adalah toleran. Mereka hidup dalam semangat peacepul co-existace, hidup berdampingan secara damai. Dalam perspektif multikulturisme, baik individu maupun kelompok hidup dalam societal cohesion tanpa kehilangan identitas etnik dan kultur mereka.

Dan memang agak sulit menjaga identitas nasional kita dari pengaruh media massa seperti sekarang ini. Namun tidak kita sangsikan cara itu tetap ada.Seperti:

  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
  5. Selektif terhadap pengaruh negatif media massa di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa, dll.
  6. Menumbuhkan kesadaran diri
  7. Tidak mudah terhasut oleh pemberitaan yang dapat mempengaruhi pola pikir yang tidak baik.
  8. Membuka diri untuk menerima hal-hal yang lebih bermanfaat
    Menanamkan nilai kebenaran dalam diri
  9. Tetap menjaga nilai-nilai budaya bangsa dari pengaruh buruk media massa.
  10. Menjadikan media massa sebagai wadah untuk berkreasi dalam membangun bangsa, bukan menjatuhkan bangsa.
  11. MengembangKan karakter pribadi setiap manusia Indonesia dengan mengadopsi nilai-nilai luhur yang dibutuhkan.
  12. Memberikan pendidikan karakter bagi generasi bangsa, seperti pendidikan kewarganegaraan, pancasila, PPKn,dll .
  13. Yakin akan nilai-nilai moral yang ditawarkan Pancasila sebagai pegangan.
  14. Berusaha untuk berfikir kritis, logis, analis.

Ini adalah harapan kita semua, bagaimana kita dapat mengadopsi nilai dan budaya dari luar yang baik bagi bangsa ini serta adanya badan pengawasan serta pengembangan budaya asli Indonesia dari Pemerintah, jangan sampai budaya tersebut menjadi terkikis dan hilang dari masyarakatnya sendiri, akibat dari arus globalisasi yang begitu besar.

Processor dan Sejarah Perkembangannya

Kita tahu di zaman modern seperti ini kebutuhan pengguna akan komputer semakin meningkat. Tetapi tidak semua orang mengerti lebih dalam apa saja yang berada di dalam komputer itu sendiri. Berikut ini saya akan menjabarkan sedikit tentang salah satu dari system unit yang ada pada komputer dan perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir.

Komputer seperti yang kita tahu terdiri dari system unit. System unit adalah tempat yang berisi komponen elektronik dari komputer yang digunakan untuk memproses data. Yang termasuk komponen-komponen dari system unit ini adalah processor, memori, adapter cards, ports, drive bays, power supply. Karena tidak mungkin untuk saya jelaskan satu-persatu, maka saya hanya mengambil salah satu dari komponen tersebut untuk saya jelaskan. Yaitu processor.

Processor merupakan sebuah perangkat keras yang berfungsi sebagai pusat pengendali dan pengatur dari keseluruhan kegiatan pemrosesan data pada komputer tersebut. Atau biasa juga dikatakan processor ini adalah induk dari sebuah komputer. Tanpa adanya processor pada sebuah komputer, komputer tidak akan dapat bekerja dengan baik.

Perkembangan processor diawali oleh processor intel yang pada saat itu hanya satu-satunya microprocessor yang ada. Tetapi pada saat ini sudah banyak beredar processor dari produsen yang lain, sehingga user sudah bisa mendapatkan processor yang beragam.

1. Microprocessor 4004 (1971)

Processor di awali pada tahun 1971 dimana intel mengeluarkan processor pertamanya yang di pakai pada mesin penghitung buscom. Ini adalah penemuan yang memulai memasukan system cerdas kedalam mesin. Processor ini dinamakan microprocessor 4004. Chip intel 4004 ini mengawali perkembangan CPU dengan mempelopori peletakan seluruh komponen mesin hitung dalam satu IC. Pada saat ini IC mengerjakan satu tugas saja.

2. Microprocessor 8008 (1972)

Pada tahun 1972 intel mengeluarkan microprocessor 8008 yang berkecepatan hitung 2 kali lipat dari MP sebelumnya. MP ini adalah mp 8 bit pertama. Mp ini juga di desain untuk mengerjakan satu pekerjaan saja.

3. Microprocessor 8080 (1974)

Pada tahun 1974 intel kembali mengeluarkan mp terbaru dengan seri 8080. Pada seri ini intel melakukan perubahan dari mp multivoltage menjadi triple voltage, teknologi yang di pakai NMOS, lebih cepat dari seri sebelumnya yang memakai teknologi PMOS. Mp ini adalah otak pertama bagi komputer yang bernama altair.Pada saat ini pengalamatan memory sudah sampai 64 kilobyte. Kecepatanya sampai 10X mp sebelumnya. Tahun ini juga muncul mp dari produsen lain seperti MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst.

4. Microprocessor 8086 (1978)

Processor 8086 adalah cpu pertama 16 bit. Tetapi pada saat ini masih banyak di gunakan mainboard sandard 8 bit, karena motherboard 16bit merupakan hal yang mahal. Akhir nya pada tahun 1979 intel merancang ulang processor ini sehingga compatible dengan mainboard 8 bit yang di beri nama 8088 tetapi secara logika bisa di namakan 8086sx. Perusahan komputer IBM menggunakan processor 8086sx ini untuk komputernya karena lebih murah dari harga 8086, dan juga bisa menggunakan mainboard bekas dari processor 8080. Teknologi yang di gunakan pada processor ini juga berbeda dari seri 8080, dimana pada seri 8086 dan 8086sx intel menggunakan teknologi HMOS.

5. Microprocessor 286 (1982)

Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya. 286 (1982) juga merupakan prosessor 16 bit.Prosessor ini mempunyai kemajuan yang relatif besar dibanding chip-chip generasi pertama.Frekuensi clock ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah.286 menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086.

Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada 4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz yang digunakan pada IBM PC-AT (1984).

Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada protected mode/mode perlindungan – mode kerja baru dengan “24 bit virtual address mode”/mode pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected kembali ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem operasi yang menggunakan hal ini hanyalah OS/2 saat itu. Jadi pada tahun-tahun inilah perkembangan processor begitu pesat.

Processor terdiri dari tiga komponen, yaitu :

  1. Control Unit (CU), berfungsi mengendalikan operasi yang dilaksanakan sistem komputer.
  2. Arithmetic Logical Unit (ALU), berfungsi melakukan operasi aritmatika dan logika.
  3. Register-register, berfungsi sebagai memori utama yang bekerja sangat cepat sebagai tempat operan-operan dari operasi yang akan dilakukan.
    Komponen-komponen itu dihubungkan oleh sebuah bus. Bus ada tiga macam yaitu : Bus Alamat (Addres Bus), Bus Data (Data Bus), Bus Kendali (Control Bus).

Processor dapat dibedakan dari perbedaan jumlah data bus-nya. Misalnya pada processor 8 bit, itu berarti processor tersebut memiliki 8 data bus.

Ada beberapa produsen processor yang sangat terkenal untuk PC, seperti Intel, AMD, Cyrix, dan Winchip IDT.

Standar Processor keluaran Intel Corp, sebagai berikut :

  1. Processor 8 bit : 8088 (Generasi XT = Extended Technologi)
  2. Processor 16 bit : 8086

80186

80286 (Generasi AT = Advanced Technologi)

3.  Processor 32 bit : 386 SX

386 DX

486 SX

486 DX

Pentium

Pentium Pro

Pentium II

Pentium III

Pentium IV

PC- PC didesain berdasarkan generasi-generasi CPU yang berbeda. Intel bukan merupakan perusahaan yang membuat CPU, tetapi salah satu perusahaan yang terpenting dalam dunia komputer.

Untuk generasi CPU dapat dituliskan sebagai berikut:

Generasi Nama processor
Generasi I Processor 8088 dan 8086
Generasi II Processor 80286
Generasi III Processor 80386 DXProcessor 80386 SX
Generasi IV Processor 80486DXProcessor Cyrix 486SLCProcessor IBM 486SLC2
Generasi V Pentium Classic, Cyrix 6X86AMD (Advanced Micro Devices), AMD K5Pentium MMX (P55C)

IDT Winchip

AMD K6

Cyrix 6X86MX (MII)

AMD K6-2

Generasi VI Pentium ProPentium IIPentium II Celeron

Pentium-II Celeron A : Mendocino Pentium II Celeron PPGA : Socket 370

Pentium II-Xeon

AMD K6-3

Pentium III – Katmai

Generasi VII AMD K-7 Athlon
Generasi VIII Pentium 4

Fitur dan Teknologi pada Processor

§  Instruksi Streaming SIMD Extensions (SSE)

§  Fabrication Process

§  Integrated Memory Controller

Memungkinkan Processor untuk melakukan pengaksesan memory langsung tanpa melewati chipset northbridge terlebih dahulu.

1. Processor Intel

Teknologi yang dimiliki oleh processor intel saat ini antara lain:

Hyper Threading

Teknologi yang menggunakan lebih dari satu jalur thread dalam sebuah processor sehingga mempercepat pemrosesan data, karena seolah-olah system dikerjakan oleh lebih dari satu processor.

Intel Extended Memory 64 Technology (Intel EMT64)

Teknologi untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang berbasis 64 bit.

Execute Disable Bit (xD Bit)

Teknologi yang memungkinkan processor untuk mengenali data-data yang mengandung virus dan sejenisnya lalu memindahkannya ke buffer overflow sehingga tidak akan di eksekusi oleh processor.

Enhanced Intel Speedstep Technology (EIST)

Voltase dan frekuensi prosesor disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi sehingga penggunaan power dan suhu dapat berkurang (fitur ini mulai terdapat pada intel prosesor 820 untuk desktop dan centrino untuk mobile).

Teknologi pada Core Microarchitecture

Teknologi yang awalnya untuk mengoptimalkan dan mengefisienkan konsumsi power. Inovasi teknologi ini diantaranya:

ü  Intel Wide Dynamic Execution

ü  Intel Intelligent Power Capability

ü  Intel Advanced Smart Cache

ü  Intel Advanced Smart Memory Access

ü  Intel Advanced Digital Media Boost

Intel QuickPath Technology

Teknologi pengganti FSB, dimana dapat mengurangi bottleneck pada bus, dengan akses cepat dengan jalur point-to-point.

High K Process Technology

Untuk mengembangkan hukum moore (Moore’s Law), intel menggunakan material baru pada transistornya yang digabungkan dengan gerbang dielektrik high-k dan gerbang metal. Teknologi ini dapat meningkatkan kecepatan “switch” pada transistor dan membantu mengurangi konsumsi daya.

2. Processor AMD

Teknologi yang dimiliki oleh processor AMD saat ini antara lain:

Hyper Transport

Teknologi penggandaan bus pada jalur system sehingga data yang dapat diantar dalam satu waktu lebih banyak karena lalu lintas data yang lebih cepat.

AMD64 Technology

Teknologi untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang berbasis 64 bit.

Enhanced Virus Protection (EVP)

Teknologi yang memungkinkan processor untuk mengenali virus dan sejenisnya sehingga eksekusi terhadap data tersebut tidak akan dilanjutkan oleh processor.

Cool’n’Quiet

Peningkatan kinerja processor sering meningkatkan konsumsi power dan kebisingan. Dengan teknologi ini memungkinkan penggunaan power yang efektif dan sistem yang lebih hening saat menggunakan kinerja sesuai dengan kebutuhan.

Independent Dynamic Core Technology

Memungkinkan pengurangan kecepatan frekuensi processor secara individu, sehingga kecepatan processor pada tiap core bisa berbeda. Hal ini memungkinkan pengaturan level power dan meminimalkan konsumsi daya secara keseluruhan.

AMD CoolCore Technology

Teknologi ini dapat menentukan bagian tertentu yang dibutuhkan oleh aplikasi, dan mengurangi atau mematikan daya pada bagian transistor untuk mengurangi konsumsi daya dan mengurangi panas yang dihasilkan.

Processor Market Value

Yang dimaksud dengan market value disini adalah prosesor yang di desain khusus oleh produsennya untuk para konsumen yang memiliki dana terbatas. Keterbatasan yang ada disini otomatis mempengaruhi kinerja prosesor bersangkutan. Celeron adalah merk market value dari intel, sedangkan AMD menyainginya dengan mengeluarkan type AMD Sempron. Setiap produsen prosesor mengeluarkan prosesor terbarunya selalu diiringi dengan prosesor jenis market value yang terbaru pula. Salah satu ciri khas dari prosesor market value ini adalah cache memory yang lebih rendah (biasanya setengah atau seperempat) daripada prosesor non market valuenya. Misalnya Pentium D memiliki cache 1 MB maka versi Celeronnya (Celeron D) hanya memiliki cache 256 KB.

Processor Server

Ada jenis processor yang direkomendasikan sebagai processor server. Untuk Intel dikenal dengan sebutan Xeon sedangkan AMD dikenal sebagai Opteron. Kedua jenis processor server ini memiliki kinerja yang luar biasa yang tidak dimiliki processor biasa, tapi tentu saja harganya pun berbeda jauh, selain itu motherboard dan peripheral lain yang digunakan pun tentunya harus bertipe peripheral server.

Kode pada Processor

Kode pada processor bertujuan untuk memudahkan pembedaan  processor-processor sesuai product familinya. Untuk generasi LGA775 mulai Pentium 4, Pentium D, dan Pentium Extreme Edition, penomoran processor dinamai dengan nomor 5xx, 6xx, 7xx, 8xx, dan 9xx. Penomoran pada processor tersebut bisa menjadi tolak ukur performa processor, seperti Pentium D 920 lebih baik daripada Pentium D 830. Untuk kode pada processor intel dengan Core microarchitecture dengan processor dual core, ditandai dengan kode ”E” didepannya, sedangkan untuk processor quad core, ditandai dengan kode ”Q”.

Processor AMD masih menggunakan cara P-Ranting (Performance Ranting) pada processornya dengan membandingkan kode processornya dengan ukuran clock speed pada intel. Contohnya Athlon 64 3000+ diklaim AMD setara dengan processor intel 3000 MHz padahal clock speed processor tersebut hanya 1.8 GHz. Dan untuk AMD dual core ditandai dengan kode “X2” kemudian diikuti nilai P-Rantingnya.

Perkembangan processor dari masa ke masa sungguh menakjubkan, dari yang awalnya sederhana menjadi agak rumit. Dari yang kecepatan memroses datanya lambat menjadi lebih cepat. Sehingga sampai detik ini orang-orang terus mendapat kemudahan dalam memroses maupun dalam mencari sebuah data. Kemajuan prosessor yang sangat pesat ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh user.

Referensi:

http://fleahlit.web.id/perkembangan-processor/

http://one.indoskripsi.com/node/7142

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/processor/


Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

  • Kalender

    • Desember 2016
      S S R K J S M
      « Feb    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari